Select Menu
Select Menu

Favourite

Politik

Wisata

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner



Harga BBM akhirnya (akan) Naik...

Kenapa selama ini saya bilang Mari lihat sesuatu secara Adil, Objektif dan proposional. Karena jelas kita sama-sama sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada akhirnya. Semua proses yang terjadi adalah bentuk pencitraan. Yang ada malah saya dituduh pro pemerintah, senang dengan kenaikan BBM, tidak Respect dengan rakyat miskin, dsbnya! Walau sudah berkali-kali saya bilang bahwa saya tidak suka akan kenaikan BBM.

Mengajak buruh berfikir adil objektif dan proposional dengan berdiskusi melalui data-data dan angka-angka, melalui sanggahan data-data dari pihak partai. Agar buruh bisa mengetahui akar masalah, malah di sudutkan dengan tuduhan-tuduhan dan fitnah yang kurang terpuji.

Sekarang terbukti apa yang saya katakan!

Mudah-mudahan hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.. bahwa TERLIHAT Heroik, santun, pro rakyat dan sebagainya bukan jadi jaminan bahwa itu adalah perjuangan MURNI. Karena dibalik itu ada kepentingan yang tidak baik. “TERLIHAT MURNI” itu adalah alat “Pancing”

Buruh harus melihat secara mendalam!

Ini bukan masalah Naik turun BBM! Ini adalah masalah bagaimana

BURUH HARUS PUNYA SIKAP! BUKAN MENGIKUTI SIKAP!

Sedikit banyaknya kita tahu bagaimana yang ada didalam partai, apa tujuan mereka dan bagaimana mereka bisa besar! Ini bukan pernyataan yang sinis. Tapi ini adalah realita yg terjadi dilapangan.. bukti-bukti bagaimana mereka “bermain” sudah terpampang banyak!

Buruh dan mahasiswa adalah barang Dagangan.. buruh adalah alat tawar menawar. Saya melihat beberapa kawan saya (aktivis baru) yang “Shock” ketika mengetahui DPR “Berantem” tapi isi berantemnya tidak ada yang membicarakan kepentingan rakyat! Mereka seperti tidak percaya, beberapa orang yang selama ini mereka puja-puji ternyata penghianat!

Kita diberikan data palsu..
Kita diberikan Doktrin-doktrin heroik
Kita diberikan Doktrin-doktrin perlawanan dengan menggunakan rakyat miskin (seolah-olah rakyat miskin hanya ada di rezim ini)
Kita diberikan janji-janji palsu
Dan sebagainya

Kenyataannya jelas apa yg diprediksi dari awal mengenai borok mereka.. terbukti sekarang

Ini ibarat game “Football Manager”...

Didalam DPR adalah “aktor & Aktris” para pemimpin partai menonton sambil terus melancarkan strategi melalui alat komunikasi. Memerintahkan si A melakukan manuver ini melakukan Manuver itu. Melihat situasi mengarah ke hal yang tidak disepakati, langsung memerintahkan si B untuk mengacaukan. Dan begitu seterusnya...

Lihat buktinya... Anggota DPR kita menjadi seperti orang yang bodoh.. dan menjadi tertawaan kita semua. Hal-hal yang dilontarkan tidak substansi, tidak penting, memperkeruh suasana, menjadi plin-plan dan terlihat sangat tidak NATURAL! 

Makanya ada yang bilang, mereka sangat kekanak-kanakan! Karena beberapa orang bicara tidak sesuai dengan karakternya. Ujungnya mereka memanfaatkan buat pencitraan diri dan partai

Sebenarnya mereka tidak sebodoh yang terlihat di TV! Kalau ada temen-teman yang sudah pernah berbicara dengan beberapa anggota DPR atau pernah ikut beberapa kali dengan mereka dalam rapat-rapat fraksi.. pandangan-pandangan mereka cerdas! Makanya saya ketika melihat orang-orang cerdas yang pernah berdiskusi secara pribadi terlihat aneh dan bodoh, jadinya geleng-geleng kepala. Tapi memang tidak ada pilihan bagi mereka karena mereka hanyalah “Pion”

3 fraksi oposisi menolak, PKS ngak jelas, Partai gabungan pemerintah setuju di tambah dengan data-data pendukung...

seharusnya kalau memang sudah sepakat, sebentar saja sudah kelihatan bahwa SEHARUSNYA DPR SETUJU KENAIKAN BBM

Tiba-tiba ketika disorot media, berbeda lagi, semuanya menjadi setuju menolak BBM.  data-data pendukung yg kemarin-kemarin menjadi tidak berlaku lagi. kecuali Demokrat..

OK ! Seharusnya kalau sudah begitu, keputusan DPR seharusnya SUDAH MENOLAK KENAIKAN BBM..

TERNYATA Berbeda lagi! ada bicara pasal...

Makin aneh kan? apakah mereka membicarakan masalah kita? Masalah buruh? tidak!

Bagaimana peran PDIP?
  • Awalnya suruh menyuruh kadernya turun kejalan kemudian membatalkan karena sudah ditertawakan banyak orang, 
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputi, MENDESAK agar pemerintah MENAIKKAN harga BBM menyusul ketegangan antara Iran dan AS di Selat Hormuz. Sekarang berbeda lagi!

Bagaimana peran PKS?
  • Berubah kesana kemari, hingga detik-detik terakhir berubah-ubah juga. sesuatu yang sudah disepakati di forum lobi berubah lagi. ini partai yang paling aneh
Bagaimana peran Demokrat?
  • Tidak perlu dijelaskan lagi, karena mereka mendukung apapun keputusan dari pemerintah

Bagaimana peran Partai di setgab dan partai oposisi lainnya?
  • Memanfaatkan moment masalah BBM untuk berbagi kepentingan kekuasaan

Tidak ada yg bicara kepentingan BURUH dan rakyat! jadi jangan lagi berharap kepada mereka! apalagi kader-kader mereka yang selama ini dianggap pahlawan oleh buruh!

MARI LUPAKAN KENAIKAN BBM 
Walaupun impactnya jelas tidak mengenakan bagi kita semua! Mari kita berfikir realistis dan mencari solusi...

Lupakan kejadian kemarin! Anggap saja itu adalah pembelajaran kita... kalau kita tidak melewati hal itu, maka tidak akan ada pembelajaran.

Buruh harus berjuang! Setidaknya memperjuangkan kepentingan buruh sendiri! Karena tidak ada yang akan memperjuangkan hak-hak buruh. Selain buruh itu sendiri..

BBM sudah ada keputusannya.. dan hanya menunggu waktu yang tidak lama untuk naik. Pemerintah sudah punya tiket untuk melakukan itu. Sudahlah kita jangan lagi menabrak tembok!

Yang pasti harga-harga dari sekarang sudah naik. Spekulan banyak, penimbunan terjadi.. karena menunggu hingga terjadi perubahan-perubahan, dan hal ini tidak bisa kita cegah! Ini adalah realita!

Kita cari solusinya.. bagaimana moment ini bisa bermanfaat buat buruh. bagaimana moment ini dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan pemerintah! Bagaimana memanfaatkan moment ini agar pengeluaran buruh dan masyarakat SEIMBANG!, dan sebagainya

Misalnya bagi buruh :
  1. bagaimana subsidi dialihkan untuk buruh mendapatkan rumah dengan cicilan murah,
  2. Bagaimana subsisi dialihkan untuk membantu distribusi UKM, Petani,nelayan, dsbnya
  3. Bagaimana subsidi dialihkan untuk membuat unit usaha-unit usaha baru sehingga membuka lapangan kerja
  4. Bagaimana subsidi Listrik bagi kaum miskin sehingga mereka bisa membuat usaha dengan adanya listrik,
  5. Bagaimana subsidi bagi Kesehatan yg tadinya ada jenis penyakit dan obat2an yg tidak di tanggung pemerintah kini ditanggung,
  6. Bagaimana subsidi pendidikan diarahkan dengan baik..
Mari buruh berjuang untuk hal-hal tersebut! Pemerintah sudah menawarkan keterbukaan.. mereka mau membuat sistem bersama sehingga fungsi pengawasan terhadap subsidi berjalan dengan baik. Dan dana yang ada bisa tersosialisi dengan baik.

Misalnya dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, dimana proses subsidi yang lagi disalurkan terecord dengan baik dan mudah bagi kita untuk memantaunya.

Bukankah itu solusi? Daripada kita terus adu otot dengan pemerintah dan DPR?

Ada beberapa kelompok yang ingin terjadi Chaos! Sehingga pemerintahan yang sah turun! Kita ngak perlu ikut-ikutan dan terdoktrin dengan kepentingan-kepentingan orang tersebut! Kita berjuang saja yang Riil. sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Apakah dengan menurunkan SBY sudah bisa memberikan solusi??

JELAS TIDAK!!

Lagian kalau SBY jatuh.. yang naik orang-orang yang itu-itu juga.

Megawati, Prabowo, wiranto dan para sekutunya... apakah mereka bisa lebih baik dari SBY? Wong track record mereka jelas-jelas ngak lebih bagus dari SBY...

Terus kenapa memperjuangkan sesuatu yang sia-sia? Kenapa memperjuangkan kepentingan mereka? Kenapa kita ngak berjuang saja untuk kepentingan kita!

So.. yg kemarin kita lupakan, dan mari kita mencari solusi dari kondisi yang tidak mengenakkan ini.. tidak saling menyalahkan! Yang pro merasa senang dan yang kontra tidak senang.. Lupakan soal kenaikan BBM!

Mari kita kumpul lagi bersama-sama... kita cari akar masalahnya.. kita kaji dan kita buat strategi terbaik!

Saya yakin! semua buruh jika dilibatkan dalam mengkaji dan mencari akar masalah pasti akan bersatu! jangan kita hanya mau mendengar dari sepihak! jangan kita terpengaruh dengan slogan-slogan Heroik! jangan kita terpengaruh dengan doktrin-doktrin yg menjual nama rakyat, apalagi menjual rakyat miskin! tujuannya agar kita TERGUGAH...

Mari kumpul bareng! saya yakin seyakin yakinnya, akan ada satu keputusan! dan akan ada satu strategi yg akan kita hasilkan bersama. jangan dengarkan doktrin-doktrin Heroik! jangan dengarkan slogan-slogan rakyat miskin!.. 

Buruh itu apalagi pemimpin buruh harus punya yang namanya sifat adil. berfikir objektif dan proporsional. Dalam menyikapi berbagai hal tidak berdasarkan atau menggunakan emosi semata. sehingga dalam mengeluarkan dan mendapatkan keputusan tidak merugikan orang lain.

Pemimpin buruh tanggung jawabnya lebih besar lagi, dimana sebagai panutan dan sebagai komando dari para buruh. Sebagai panutan, masih banyak yang melihat apa yang dikatakan pemimpin buruh adalah kebenaran. Hanya sebagian kecil yang mencerna. Jadi jika doktrin yang dikeluarkan hanya berdasarkan emosi, maka pelaksanaan dilapangan juga jadinya emosional. Ujung-ujungnya terjadi hal-hal yang merugikan Buruh.

Misalnya dalam menyikapi Demo Kenaikan BBM.

Kita harus tahu bahwa semua orang tidak ada yang menginginkan ini terjadi.

Pemerintah, Pengusaha, buruh dan masyarakat umum tidak ada yang menyukainya!.. kalau ada yg bilang pemerintah senang dengan hal ini, maka perlu dipertanyakan pemikirannya

Artinya dalam hal ini semua termasuk saya sepakat! Satu pemikiran! Bahwa tidak menginginkan kenaikan BBM karena Impactnya adalah kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya.

Bagi pemerintah ini adalah tindakan yang tidak populer!

Bagi Pengusaha jelas memberatkan karena harga produksi naik dan daya beli turun


Artinya tidak ada perbedaan dalam memandang efek kenaikan BBM.


Jadi kalau ada Isu-isu / Fitnah bahwa saya dan sebagian lainnya pro kenaikan BBM maka hal tersebut adalah sebuah kebohongan besar..

Tapi kenapa terjadi perdebatan antara buruh? Hal ini terjadi karena:
  • Cara pandang
  • Pola perjuangan

CARA PANDANG

Cara pandang terhadap kenaikan BBM oleh pemerintah tidak berdasarkan data yg berimbang dan Informasi yang berimbang. Semuanya berdasarkan Emosi dan sangat sepihak. Juga minim data!

Semua data/informasi dari pihak Kontra Kenaikan BBM tanpa dikaji dianggap kebenaran. Semua data/informasi dari pihak Pro pemerintah tanpa dikaji dianggap adalah sesuatu yang salah.

Masih ada yang bilang Cadangan Minyak Indonesia besar! Ketika ditanya dari mana infonya gak ngerti.

Masih ada yg bilang kenapa kita mau didikte harga dunia, ketika ditanya mereka ternyata masih berfikir Indonesia adalah negara penghasil minyak besar..

Masih ada yg berfikiran bahwa pemerintah sekarang yang membuat Minyak Bumi indonesia dikelola oleh asing, padahal ketika ditanya kapan pemerintah sekarang kontrak dengan asing, pada kebingunggan

Masih banyak yang membandingkan Indonesia sama dengan negara-negara penghasil minyak lainnya dan berharap indonesia bisa seperti mereka, ketika di buka indonesia bukan negara anggota OPEC.. gak bisa jawab.

Dan masih banyak hal lainnya yg tidak berdasar dan tanpa bukti
Dan anehnya yang mengeluarkan hal-hal seperti ini adalah kebanyakan para pemimpinnya.. ini sangat aneh!.

Ini bukan masalah Pro dan kontra... ini masalah cara pandang

Ada yg terang-terangan menolak.. tapi mereka mengerti keadaan yg sebenarnya kenapa pemerintah menaikkan harga BBM.


Pertanyaannya Kalau Mengerti kenapa menolak kenaikan BBM?


Begini... Yang mengerti dan paham itu adalah hal yg sangat bagus dan cara pandang yg baik. 
Terserah apakah mendukung kenaikan atau tidak! Yangg penting Mereka harus paham apa yang di perjuangkan.. 
Mereka paham data yg benar,
Mereka paham informasi dan punya data-data pendukungnya..
Mereka paham bahwa negara kita bukan anggota OPEC,
Mereka paham rakyat kita ada 250 juta gak bisa dibandingkan dengan iran,
Mereka paham bahwa hasil kita tidak mampu memenuhi kebutuhan..
Mereka paham bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahan dari pemerintah sekarang...
Dan paham lainnya

Tapi Mereka menolak kenaikan BBM karena ada hal-hal lain yang bisa dilakukan. Ada solusi yg cerdas! bukan solusi-solusi ngaco dan ngasal.. Perjuangannya pun cerdas! Gak menyerukan nutup jalan, gak menyerukan tutup fasilitas umum, tidak merusak, tidak menutup bandara, tidak melakukan sweeping, dan sebagainya... tapi solusi mereka bukan untuk hari ini! Solusi mereka untuk Jangka panjang.

Kenapa???

Karena mereka adalah orang-orang yang berfikiran realistis, bahwa solusi-solusi mereka berikan, misalnya soal tangkap koruptor, Nasionalisasi dan sebagainya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses, sedangkan harga minyak dunia naik pada hari ini... Sekarang ini! Detik ini!

Artinya harus ada langkah- langkah pasti pada hari ini juga.

Mereka sangat realistis, Fair, Objektif dan proposional dalam memandang

Mereka berjuang bagaimana MENYIKAPI HARI INI dan MENDORONG PROSES JANGKA PANJANG. Untuk menyikapi HARI INI!, Subsidi bisa di salurkan pada pos-pos yg bisa berefek jangka panjang atau efeknya terus menerus..

Dan berjuang ngak harus dengan turun kejalan. Karena pemerintah dari kemarin-kemarin sudah mengajak para buruh dan elemen lain untuk berdiskusi dan meminta pendapat. dan ini sudah dilakukan!... banyak ide-ide yang sudah diserap oleh pemerintah.. jikalau merasa kurang, silahkan datangi lagi dan minta pertemuan...

Jika ada pihak-pihak yang bilang sulit bertemu dengan para pembantu presiden, maka perlu dipertanyakan jaringan dan pergaulan mereka.

Misalnya harga beras naik.. tapi di satu sisi :

  1. Biaya buku anak sekolah sudah ngak bayar..
  2. Kesehatan yg tadinya ada jenis penyakit dan obat2an yg tidak di tanggung pemerintah kini ditanggung,
  3. Subsidi Perumahan pekerja dengan cara cicilan murah,
  4. Listrik bagi kaum miskin sehingga mereka bisa membuat usaha dengan adanya listrik,
  5. Membangun Perusahaan-perusahaan yg bisa menjaring tenaga kerja,
  6. Membantu petani dan nelayan dalam distribusi sehingga tidak di bodohi tengkulak,
  7. Pengembangan UKM-UKM,
  8. Dan sebagainya..

Itu lebih bermanfaat mencari solusi dari ketidak setujuan kenaikan BBM.. cara berjuang yg tidak merugikan tapi bermanfaat. Tidak chaos, tidak merugikan hak banyak orang, dan pengeluaran di dalam masyarakat Seimbang.

Jadi intinya adalah cara pandang. Disatu sisi cara pandangnya tidak pintar dan cenderung emosi. Disisi yang lain cara pandangnya pintar dan menguasai masalah hingga tidak emosi dan bertingkah bar-barian...

Kalau soal Kenaikan BBM... SEMUANYA SAMA.. SATU SIKAP. TIDAK MENGINGINKAN KENAIKAN BBM

POLA PERJUANGAN
Pola Perjuangan yang melakukan
Doktrin-doktrin kebencian berlebihan terhadap pemimpin negara,
Doktrin-doktrin dimana merugikan kepentingan banyak orang dibolehkan dalam demo,
Doktrin-doktrin dengan mengeluarkan data-data bohong
Doktrin-doktrin yg menyatakan selain demo kejalanan maka bukan berjuang
Doktrin-doktrin yang menyatakan bahwa rakyat hidup makin tercekik
Doktrin-doktrin yang membenarkan manusia menjadi martir
Doktrin-doktrin subsidi pemerintah kepada orang asing
Doktrin-doktrin yang mendukung Kenaikan BBM adalah Musuh dan pengkhianat bangsa
Doktrin-doktrin Demonstran adalah suara rakyat
Dan sebagainya

Ini yang menyebabkan orang-orang terprovokasi...
Ini yang menyebabkan orang-orang membenci pemerintah

Yang turun di bawah adalah orang-orang yang benar-benar berjuang. tapi mereka salah mendapatkan masukan! Salah mendapatkan doktrin. Sehingga kita bisa lihat sekarang ini, bahasa-bahasa yg dikeluarkan oleh pendemo adalah bahasa-bahasa kasar! Bahasa-bahasa berbau kiri. Dan ini dibenarkan dan diamini karena hal itu dianggap kebenaran dan dianggap biasa didalam demo. mereka mendapatkan doktrin-doktrin yang salah.

Semua orang yang tidak sepaham dianggap musuh, dianggap pengkhianat

Satu contoh,  Dahlan Iskan menteri BUMN begitu dipuja karena prestasi-prestasinya. Namun ketika dia menyetujui kenaikan, dia dihujat! Dan hilanglah prestasi-prestasi dia...

Hanya ada sebagian yang menjalankan pola-pola perjuangan yang sehat. Yang manfaatnya sangat besar.

Jangan terbuai dengan partai yang katanya membela rakyat.  karena sejarah sudah mencatat bagaimana kebijakan mereka yang hingga detik ini malah berhasil menyengsarakan banyak orang.

Jangan terbuai dengan cerita-cerita mengenai kemiskinan yang dibuat-buat oleh mereka, karena di zaman mereka pun kemiskinan merajalela.

Jangan terbuai dengan sosok Publik figure, karena seringkali ketika seorang publik figure bertemu dan bicara mengenai hal-hal yang menyentuh maka kita terbuai. Karena cara seperti itu adalah cara basi untuk mendongrak popularitas untuk tujuan tertentu atau jabatan tertentu.

Mari buruh melihat dan mendengar sesuatu mulai bersikap
Adil, Objektif dan Proposional..

Sehingga kita bisa mengetahui dengan jelas apa yang kita perjuangkan. Kita bisa mengetahui bahwa kita dimanfaatkaan atau tidak...

So... Mari kita mencari data, mencari informasi, mencari metode-metode pendukung dalam setiap kasus yang kita hadapi. Soal pilihan kiri atau kanan itu soal lain. Yg penting buruh harus pintar! Dan jangan mau di bodoh-bodohi..