Politik
Wisata
Culture
Transportasi Tradisional
Rumah Adat
Bali
Pantai
Seni Budaya
Kuliner
Renungan
Cukup miris membaca dan menonton para pelaku bakar diri dalam sebuah demonstrasi dan kegiatan dalam menuntut apa yang mereka inginkan.
Dan cukup miris lagi ketika melihat dan mendengar bahwa pelaku Bakar diri tersebut di sanjung-sanjung dan dijadikan "pahlawan" dalam melawan ketidakadilan.
Makin miris lagi ketika tindakan bakar diri tersebut dilabelkan sebagai orang yang mau menjadi Martir untuk kepentingan banyak orang!
MARTIR?
Martir itu artinya orang yang rela menderita atau mati tanpa menyerah karena mempertahankan agama atau kepercayaan
Dalam konteks sekarang pengertian Martir itu sudah meluas tidak hanya dalam konteks Agama dan kepercayaan, tapi Martir itu orang yang rela berkorban untuk kepentingan banyak orang
Apakah Bakar diri dizaman sekarang ini dengan kondisi sekarang ini di Indonesia layak dilakukan?
Kalau zaman perang, ketika sulit menembus pertahanan Musuh yang sudah menginjak-injak harga diri bangsa, seseorang berani melakukan bakar diri dan masuk ke tempat penyimpanan bahan ledakan (Gudang Senjata) dengan tujuan menghancurkan/meledakkan alat-alat perang musuh, sehingga Musuh mudah ditaklukkan! walaupun dia Mati meledakkan diri bersama alat-alat perang musuh, tapi musuh bisa dikalahkan dengan mudah oleh kawan-kawannya.
ITU ADALAH PAHLAWAN..
Masih belum terhapus dalam ingatan kita, seorang mahasiswa yang membakar dirinya di depan Istana Negara! katanya dengan latar belakang ketidak adilan, padahal kita tidak pernah tahu apakah motif dibalik bakar diri tersebut. Bisa jadi benar karena ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah, bisa juga karena ada masalah pribadinya atau kepribadiannya.
Apakah dengan Bakar diri Pada Zaman Sekarang ini bisa membantu Rakyat Indonesia keluar dari cengkraman ketidakadilan?
Tidak juga!
yang ada malah merugikan keluarga yang ditinggalkan oleh sang "Martir"
Apakah dia dikenang?
Tidak juga!
Mereka sudah lupa dan sibuk kembali dengan aktivitas sehari-hari
Disini tidak mengupas mengenai tujuan dia melakukan itu, walaupun sangat aneh seorang mahasiswa yang Pintar dan mendapatkan beasiswa melakukan hal yang tidak sesuai dengan intelektualnya.
Ini ada yang salah...
Pertama yang melakukan tindakan bakar diri
Kedua yang mendukung tindakan bakar diri tersebut
Sangat disayangkan para Intelektual muda dan para calon pemimpin mempunyai kapasitas berfikir seperti ini, bagaimana mereka bisa menyelesaikan permasalahan jika untuk berfikir saja tidak, dan menggunakan cara-cara Instan. ditambah lagi membenarkan tindakan bodoh tersebut.
Ada masalah Kualitas dan Doktrin di sini.
Semenjak Era Reformasi Doktrin-doktrin perlawanan yang salah terus tumbuh di negeri ini. menganggap masalah hanya HITAM dan PUTIH..
Kalah dan Menang!
Buku-buku Doktrin perlawanan berseliwiran
LSM-LSM yang membawa masalah perjuangan dan ketidakadilan bermunculan
Informasi-informasi perlawanan dari luar masuk dengan deras dan tidak dapat dibendung
Dan ternyata kita belum siap!
Banyak orang-orang yang terlihat pintar dan berprestasi malah terkungkung dan terhipnotis dengan pola-pola perjuangan yang salah
Harus ada terobosan!
Materi Doktrin harus mulai masuk kedalam dunia pendidikan baik di SD, SMP, SMU hingga Universitas
Materi Doktrin harus mulai masuk kedalam Organisasi-organisasi sosial dan keagamaan
Pemerintah melalui Kementerian pendidikan dan Agama harus mulai mensosialisasikan mengenai kesalahan-kesalahan Doktrin
dan sebagainya
Sehingga Arus deras informasi dan kekuatan uang dari luar yang dititipkan melalui LSM-LSM bisa ada FILTER!
Kita tidak bisa menolak Informasi yang masuk seperti di China
Kalau ini dibiarkan maka.. Indonesia akan menjadi tempat yang empuk bagi "Penjajah" Ekonomi, karena mereka ingin menguasai Ekonomi Indonesia dan merusak generasi muda sehingga kita akan terus "bermain" dengan masaalah dan tidak ada waktu untuk berkembang.
Sehingga yang mengisi kekosongan untuk "Perkembangan" adalah pihak luar.
Lihat sekarang ini, masalahnya bukan hanya bakar diri...
lihatlah Sekecil apapun masalah selalu dibesar-besarkan dan dijadikan alat untuk menggoyang pemerintah
Sekecil apapun masalah selalu dilakukan dengan Demonstrasi
dan hal ini terus berlanjut dan semakin mengkhawatirkan..
Rakyat diadu dengan Pemerintah, agar supaya terus mengurusi masalah dan lupa mengurusi perkembangan ekonomi yang terus melaju dengan cepat.
Mudah-mudahan pemerintah mau Mereformasi Materi pendidikan dengan yang kekinian dan Mensosialisasikan kesalahan-kesalahan Doktrin dengan gaya yang tidak menggurui, sehingga dapat Mem FILTER Doktrin-Doktrin sesat yang terus berkembang menjadi virus yang sangat merugikan kita sendiri.
Aktivis itu Menurut saya adalah penggerak, dalam artian luas Orang yang bergerak mengabdikan dirinya untuk kepentingan banyak orang.
Dalam kondisi dilapangan, Aktivis itu masuk kedalam berbagai Elemen. Ada aktivis mahasiswa, Aktivis buruh, Aktivis sosial, Aktivis lingkungan, dan sebagainya dan sebagainya.
Dalam Menyoroti Fenomena aktivis, patut kita acungi jempol, bahwa ada para penggerak yang mendedikasikan dirinya untuk kepentingan banyak orang.
Tapi mari di cermati apa itu "Aktivis"
- Untuk mendapatkan Pangkat/Label aktivis, tidak ada sekolahnya dan tidak ada pengukuhan secara hukum
- Untuk Menjadi Aktivis tidak ada permintaan dari rakyat untuk menjadi wakilnya
- Untuk menjadi Aktivis tidak harus ada dalam sebuah organisasi atau kelompok
- Untuk Menjadi aktivis tidak perlu ada kata berhenti karena tidak pernah ada pengangkatan
- Dsbnya.
Intinya Aktivis itu tidak masuk kedalam sebuah sistem dan tidak ada aturan main yang bisa menjadikan parameter sebagai seorang aktivis.
Karena dilingkungan terkecil yaitu keluarga, Orang tua adalah termasuk Aktivis juga. Jadi Aktivis itu luas dan bisa masuk kedalam lingkungan terdekat kita.
Siapapun berhak meng-Klaim bahwa dia itu aktivis dan tidak ada satu orang pun yang boleh melarang, karena mereka tidak punya otoritas untuk melarang.
KEBANGGAAN YANG SALAH
Dilapangan ada sebagian orang yang dengan bangga dan terlalu berlebihan dalam menyikapi pelabelan mereka sebagai aktivis. ada beberapa orang yang baru terjun dalam organisasi baik itu karena keinginan sendiri atau karena kebetulan masuk kedalam organisasi menjadi Jumawa!
Dengan Label aktivis di pundaknya, cara pandang, tema dan gaya bicara berubah.
Mentasbihkan dirinya sendiri sebagai "Pahlawan" bagi banyak orang.
Mentasbihkan dirinya sendiri sebagai sebuah kebenaran dan
Mentasbihkan dirinya sebagai orang yang berhak untuk mengkritisi siapapun
Pembenaran perjuangan bukan berdasarkan Ilmu dan pencaharian berdasarkan pengamatan dari pengalaman, bukan berdasarkan Intelektual tapi semau dan keinginan sendiri, bukan berdasarkan kajian ilmiah, bukan dengan objektif, Bukan dengan rasional tapi dengan emosi, dan lain sebagainya.
Ada beberapa hanya berdasarkan "Katanya" dan berdasarkan "bacaan media" apalagi ada yang hanya berdasarkan "emosi" karena tertindas!
Tapi hal itu sah-sah saja! karena semua orang berhak mengklaim jadi aktivis.
TAPI dari hal ini, kita mulai berbenah diri. bahwa jika ada yang memberikan atau melabelkan dirinya aktivis agar untuk
STOP BERBANGGA HATI!
STOP MERASA EKSKLUSIF!
STOP BERBANGGA HATI!
STOP MERASA EKSKLUSIF!
Karena Label Aktivis itu label Murah! yang tidak ada harganya!
Ibarat bebatuan, DIANTARA BATU PERMATA, BATU SAFIR, BATU PIRUS dan BATU RUBI... Aktivis itu adalah Batu Jalanan, yang tidak akan dipunggut orang.
Jadi Mulai sekarang jangan pernah berbicara..
SAYA INI AKTIVIS! karena hanya akan menunjukkan kebodohan dan kelemahan kita sebagai seorang Penggerak.
SAYA INI AKTIVIS! karena hanya akan menunjukkan kebodohan dan kelemahan kita sebagai seorang Penggerak.
Karena Aktivis itu bukan siapa-siapa, tidak pernah diminta mewakili, tidak pernah diangkat pun tidak pernah ada kekuatan hukumnya.
SIAPA SIH YANG LEBIH PANTAS DIBILANG AKTIVIS SEJATI??
Ketika ada seorang aktivis di sebuah lembaga berteriak dengan garang soal ketidak adilan, apakah dia bisa dibilang aktivis sejati?
Tidak juga! karena sang aktivis dilembaga itu adalah orang yang BEKERJA dan DIGAJI / Mendapatkan uang untuk menjadi "Aktivis"
Ada juga Aktivis di sebuah Lembaga yang tidak digaji, Misalnya Aktivis Pekerja, tapi dia menjadi aktivis dilembaga mewakili dari Serikat pekerja di tempatnya, artinya dia masih punya kepentingan membela haknya sebagai seorang Pekerja melalui wadah lembaga.
Ketika seorang aktivis Politik berteriak lantang mengenai ketidak adilan di media, dia akhirnya dipanggil sebagai pengamat dan pembicara diberbagai pertemuan. dan ada Uang yang didapatkan disitu.
Ketika seorang Aktivis Partai berteriak lantang mengenai kebobrokan pemerintah, ada kepentingan pencitraan bagi dirinya dan partainya untuk mendapatkan kekuasaan
Ketika seorang Aktivis berbagai lembaga berteriak ketidakadilan, maka kegiatan tersebut bisa dijual ke Funder untuk mendapatkan dana segar.
Ketika seseorang atau beberapa orang yang hanya mengikuti kegiatan-kegiatan untuk mendukung perjuangan sebuah lembaga dan tidak continue maka dia harusnya malu menyebutkan diri aktivis karena hanya sebagai pengikut..
Dan sebagainya...
BUKAN BERARTI MEREKA YANG DISEBUTKAN DIATAS TINDAKANNYA JELEK?
TIDAK JUGA!
TIDAK JUGA!
Karena semua aktivitas walaupun memang memerlukan dana dan mendapatkan dana, tapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dilakukan oleh BEBERAPA aktivis membantu banyak orang! Tapi memang tidak bisa dipungkiri ADA KETERKAITAN TERHADAP KEPENTINGAN PRIBADI JUGA! Jadi tetap tidak murni!
Lalu Siapa sih Aktivis sebenarnya??
Menurut saya...
Aktivis sebenarnya adalah ORANG TUA!
Baik Orang tua kita maupun kita yang sudah menjadi orang tua.
Orang tua Mencari uang, Mengeluarkan uang, Mendidik, Melatih, membela, Mengorbankan dirinya untuk kepentingan anak-anaknya. bahkan ada yang mengorbankan jabatan dan kekayaan untuk membela anaknya. ada yang mengorbankan nyawa untuk anaknya.
Orang tua tidak pernah mendapatkan apa-apa dari hal tersebut selain kebanggaan.
Ketika anak-anak berhasil dan sukses, orang tua tidak merasakan secara materi(kebanyakan) tapi hanya merasakan bangga
Orang tua secara pribadi tidak melakukan untuk Karir dia pribadi, tapi untuk karir anak-anaknya
Orang tua secara pribadi rela mengorbankan dirinya sendiri hingga mengorbankan jiwanya untuk kepentingan anak-anaknya!
ITULAH AKTIVIS SEJATI!
JADI JIKA KITA MASIH ME-LABELKAN DIRI SENDIRI AKTIVIS DISEBUAH LEMBAGA, KELOMPOK DAN DIRI SENDIRI TAPI MASIH ADA KAITAN UNTUK MEMBELA DAN MENAFKAHI DIRI KITA SENDIRI, MAKA JANGAN PERNAH SOMBONG!
Karena SEKALI LAGI LABEL AKTIVIS ITU "MURAH" TIDAK PERLU BANGGA SEBAGAI PEMBELA RAKYAT KARENA TIDAK ADA RAKYAT YANG MEMINTA KITA MEWAKILI MEREKA, TIDAK ADA YANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN!
SO.. Jangan pernah pongah dan bangga dilabeli Aktivis, karena ketika kita pongah dan bangga, maka kita termasuk orang-orang bodoh yang tidak mengerti apa-apa.
Jangan bilang Indonesia belum merdeka hanya karena pemimpin yang tidak kita sukai... karena kita sudah merasakan hal yang lebih baik daripada orang2 hidup di zaman sebelum kemerdekaan...
Jangan bilang Indonesia belum merdeka hanya karena Kehidupan kita yang sulit... karena kehidupan yang baik tergantung bagaimana kita menjalani dan berusaha..
Jangan bilang Indonesia belum merdeka hanya karena kita melihat ketidak adilan... karena kehidupan itu ada kiri ada kanan, ada hitam ada putih, ada kaya ada miskin, ada kebaikan dan keburukan, dan itulah yang dinamakan kehidupan...
Indonesia benar-benar sudah Merdeka kok...
Jangan bilang Indonesia belum merdeka hanya karena kita melihat ketidak adilan... karena kehidupan itu ada kiri ada kanan, ada hitam ada putih, ada kaya ada miskin, ada kebaikan dan keburukan, dan itulah yang dinamakan kehidupan...
Indonesia benar-benar sudah Merdeka kok...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Pemerintah sudah menyepakati untuk menerapkan Iuran BPJS ( Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) sebesar 5% dari Gaji Pekerja. Detailnya a...
-
Ini hasil pembicaraan mereka... Tanggal 28 Oktober Jam 17: 51, rapat paripurna Masih di skors Pembawa acara: Tarik menari...
-
SUDAH SEJAHTERAKAH ANDA? Itu adalah Judul dalam brosur SJSN diatas. di bawahnya ada tulisan SJSN (Sistem Jamin...
-
Bicara sejarah musik Indonesia, maka kita harus memasukkan satu buah nama yang bisa dibilang legenda hidup. Masih muda dan masih produkti...
Labels
- Dunia Kerja (20)
- Entertainment (2)
- Favourite (2)
- FEATURE (4)
- Head (1)
- Informasi Teknologi (4)
- Politik (2)
- Renungan (3)
- Sosial (2)

Recent Comment